Saturday, 19 August 2017

KUBURAN KERETA API



Kuburan kereta Api, ya....Kalau yang belum tahu tentu berpikiran seperti kuburan gtu, ternyata tumpukan besi tua atau biasa disebut oleh warga sekitar sebagai "Kuburan Kereta Api" jadi penarik perhatian bagi warga atau wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta atau sekadar melintas melalui Stasiun Purwakarta. Pemandangan yang unik dan tak biasa berupa tumpukan gerbong bekas tampak sedap dipandang mata.
Tumpukan gerbong tua tersebut memang langsung mencuri perhatian. Meski jika diperhatikan dengan seksama, kumuh dan usang, tak mengurangi minat mereka, baik penumpang yang turun atau hendak berangkat untuk berswafoto (selfie) sebentar.
Oleh petugas loket saya tidak diperkenankan masuk karena saya tidak berangkat, namun saya diijinkan untuk mengambil foto – foto dari pintu masuk.
Tak mau ketinggalan mengambil gambar tumpukan gerbong tersebut. Bangkai kereta api memang jadi salah satu lokasi swafoto favorit sebelum meninggalkan stasiun yang terletak di Jalan KK Singawinata, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta itu. Tak sedikit yang menghabiskan waktu berfoto ria sebelum kereta tujuannya datang.
Namun, tak mudah untuk melihat kuburan kereta tersebut. Lokasinya yang tepat berada di dalam stasiun, hanya memungkinkan bagi yang memiliki tiket saja untuk melihat langsung.
Tumpukan yang diperkirakan mencapai tujuh meter dengan warna beraneka ragam, memang jadi pemandangan kontras, dan berhasil mencuri perhatian. Tak terhitung berapa banyak jumlahnya, gerbong-gerbong bekas itu teronggok begitu saja di atas lahan, seperti tumpukan Lego raksasa, unik dan tak biasa.
Saya di temani oleh sahabat saya Dadan, dan diajak untuk datang lagi minggu depannya ke lokasi wisata – wisata yang ada di Purwakarta......

==============  AYOOOOO    JELAJAH  INDONESIA  ====================





PAHAWANG



Sudah beberapa kali ke Lampung, baru ini ada kesempatan untuk santai di Pahawang, berangkat bersama teman – teman sebanyak 90 an orang, di awali dengan sarapan pagi dan doa bersama agar kegiatan di perjalan dan snorkling di pahawang berjalan dengan aman. Alhamdulilah perjalanan dari Kantor di tempuh sekitar 60 menit.
Karena jumlah kami cukup banyak, sehingga di batasi untuk satu buah perahu diisi oleh dua puluh orang saja, banyak spot yang dilalui, Cuma kami hanya mengambil tiga spot saja dan tiga pulau.
Kami berangkat jam 8 pagi dan sampai kembali ke kantor pukul 17 sore.......
Ini dokumentasi kami............pemandangan laut yang sangat indah.......

=================  AYOOOO   JELAJAH   INDONESIA  =========================








Friday, 18 August 2017

SITU WANAYASA

Perjalanan kami sekeluarga kali ini menuju situ wanayasa, sambil menikmati kelapa muda dan sate di depan situ wanayasa kami bertanya dengan abang tukang parkir disitu, dia bilang sekarang sepi pak ngak seperti dulu, karena jembatan yang dibuat oleh warga yang menghubungkan pulau yang ada di tengah waduk, beberapa kali dibongkar terus oleh pemda, sehingga sekarang sudah jarang orang yang mau berkunjung kesini.

tapi bagi anda penikmat wisata alam tidak ada salahnya menuju lokasi ini.








===================  AYOOOOO  JELAJAH  INDONESIA =============

BUKIT PANENJOAN



Sejak tidak bertugas di Jawa Barat, ternyata banyak sekali kemajuan daerah wisata untuk daerah Purwakarta, salah satunya bukit Panenjoan di Kampung Cinangka Desa Sindang Panon Kecamatan Bojong Purwakarta. 
Menuju lokasi saya sarankan untuk yang luar daerah ngak usah pake waze, karena saya nyasar menggunakan itu, paling enak bertanya kepada penduduk, karena seperti yang kami sekeluarga alami, nyasar dan terpaksa nginap di sari ater. Pemandangan alam yang sangat indah  cocok bagi para pengguna media sosial untuk mengabadikan momen untuk diunggah dan di bagikan ke temen temen pencinta selfie.

Bukit Panenjoan kurang lebih berjarak sekitar 17 km dari pusat kota Purwakarta. Menuju bukit Panenjoan dapat diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Wisatawan bisa memulai perjalanan mereka dari Purwakarta mengambil arah menuju Wanayasa, di daerah Pondok Salam, mereka harus berbelok ke arah kanan memasuki Gapura Indung Rahayu yang terletak di pintu masuk Desa Salem. Selain itu akses lain juga bisa ditempuh dengan jalur Bojong Sawit maupun daerah Wanayasa.
Mata para pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan hamparan perkebunan teh di sepanjang perjalanan. keindahan alam akan terus tersaji hingga para pengunjung tiba di lokasi Bukit Panenjoan.
Dengan leluasa, pengunjung bisa ber-swafoto dengan latar belakang perkebunan, gunung, hingga danau Juanda Jatiluhur yang terhampar di bagian barat Kabupaten Purwakarta.

Selain itu, dibangunnya jembatan bambu di atas perbukitan di areal wisata itu semakin membuat Bukit Panenjoan merupakan tempat sempurna menggambarkan daerah pedesaan Purwakarta notabene merupakan daerah yang masih merawat budaya kesundaannya. Itu tampak jelas dengan berdirinya saung-saung khas Sunda sebagai tempat beristirahat juga obyek untuk berfoto.
Destinasi yang saat ini tengah ramai diperbincangkan di berbagai media sosial itu, buka setiap hari mulai pukul 09.00 Wib sampai pukul 17.00 Wib.

"Panenjoan itu kan tempat untuk ‘nenjo’ atau melihat sekeliling, warga disini menamakannya begitu karena dari sini dapat terlihat Gunung Sangga Buana dan Danau Jatiluhur. Bahkan, kompleks kantor Setda Purwakarta pun terlihat dari sini.
 
Memasuki area Panenjoan pengunjung akan diharuskan membayar tiket sebesar Rp 5.000, biaya parkir motor sebesar Rp 2.000, sementara untuk parkir kendaraan roda empat dipungut biaya sebesar Rp 5.000 lagi. Destinasi wisata yang terbilang baru ini dikelola oleh warga setempat bekerja sama dengan PT Karti Wana Raya sejak Tahun 2016.

Bukit Panenjoan sendiri dulunya hanya areal perbukitan, setelah ditanami dan dijadikan kawasan hijau kemudian menjadi daerah yang banyak dikunjungi warga.


=================  AYOOOO   JELAJAH  INDONESIA===============