Thursday, 9 February 2017

PANTAI SELONG BELANAK LOMBOK

Salah satu pantai terindah di negeri kita tercinta: Pulau lombok. ada zona pantai berpasir putih. dengan tebing dan bukit-bukit yang menghadap ke kota selong syukur alhamdulilah  kami sekeluarga diberi kesempatan untuk liburan kesini. Pantai  Selong  memiliki pemandangan alam yang khas di Pantai Selatan Lombok seperti bukit, air laut jernih, pasir putih dan langit biru dengan awan yang sangat indah. Pantai pasir sangat halus seperti tepung dan putih dengan tekstur yang padat, dikatakan sebagai salah satu pantai yang paling bergengsi di Lombok, terutama ketika kita berbicara tentang keindahan dan kebersihan pantai. Salah satu hal terbaik tentang pantai ini adalah bentuk tepi yang terlihat seperti sebuah sabit. Pantai ini memiliki bentuk melengkung dengan bukit-bukit di setiap titik. Pantai ini adalah bagian dari Teluk kota Selong yang menghadap Samudra Hindia. Panjang garis pantai ini tidak kurang dari 1 km. Sekitar seperempat bagian dari sisi selatan Pantai digunakan oleh masyarakat setempat sebagai desa. Ada sekitar 40 keluarga yang bekerja sebagai nelayan.
Tentu saja, daerah ini tidak dianjurkan untuk berenang karena ada begitu banyak perahu nelayan beristirahat sana. Jika Anda ingin air olahraga, dianjurkan untuk melakukan kegiatan dari pusat ke sisi utara pantai. Daerah ini bebas dari kegiatan masyarakat lokal. Wisatawan lokal dan internasional mampu memanfaatkan area untuk pantai dan kegiatan air, pantai ini memiliki pasir putih berkilauan dan miring kontur. Gelombang tidak begitu tinggi dan air bersih sempurna. Anda hanya dapat bersantai di atas pasir putih, menjelajahi pantai, berjemur, berenang, dan banyak orang lain. Anda juga dapat memancing dengan menyewa perahu nelayan kecil dari nelayan setempat atau jika Anda tertarik dalam kehidupan masyarakat setempat, Anda juga dapat mengamati mereka cara mereka hidup seperti bagaimana anak-anak yang mengambil air untuk kebutuhan setiap hari, memperbaiki kapal nelayan, para istri nelayan membuat sate dari tangkapan ikan suami mereka. Meskipun pantai ini sangat populer, tapi ketika kita membandingkan pantai-pantai lainnya, Pantai relatif tenang, Anda hanya akan menemukan beberapa wisatawan yang menghabiskan waktu mereka di pantai. Pantai akan begitu penuh sesak selama musim liburan. Oleh karena itu, jika Anda sedang mencari sebuah pantai yang memungkinkan Anda untuk bersantai dan menikmati keheningan, pantai ini sangat dianjurkan.
Pantai ini bukanlah hal yang ramai, tetapi kita tidak perlu khawatir tentang fasilitas karena kita dapat menemukan begitu banyak warung di dekat desa nelayan.









=======   AYOOOOO   JELAJAH INDONESIA =======



Tuesday, 7 February 2017

DELUANG SARI BALI

Penyu merupakan salah satu hewan laut yang kini mulai masuk dalam daftar punah. Banyak hal yang menyebabkan populasi hewan mirip kura-kura ini semakin sedikit. Selain karena laut yang semakin tercemar, telur-telur penyu yang tersimpan di pantai juga kerap diambil oleh manusia. Mereka mempercayai bahwa telur penyu memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Padahal sebenarnya kandungan protein pada telur penyu setara dengan telur ayam. Hal ini sangat disayangkan karena dibutuhkan waktu berpulu-puluh tahun bagi penyu untuk bisa berkembang biak. Oleh karenanya, dengan kehadiran penangkarang penyu, bisa membantu perkembangbiakan hewan yang masuk dalam kelompok reptil ini.
Di Bali, selain pulau serangan, masih ada lagi tempat-tempat yang juga berfungsi untuk menangkarkan penyu. Salah satunya adalah Deluang Sari yang menghadap ke pelabuhan benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Tempat ini sejatinya berupa delta kecil yang dipenuhi dengan hutan bakau yang nampak indah. Selain itu pasir putih di pantainya yang bersih juga memiliki gelombang yang tenang menambah keindahan Deluang Sari. Dengan kondisi alamnya yang terjaga, membuat delta ini memiliki sistem ekologi yang utuh. Anda bisa mendatangi Deluang Sari dengan berjalan kaki kala air laut sedang surut. Namun perahu atau jukung mutlak anda butuhkan untuk bisa ke delta ini kala air laut sedang pasang. Biasanya perahu-perahu ini dilengkapi dengan lapisan kaca atau yang disebut dengan glass bottom boat sehingga selama perjalanan anda akan bisa melihat berbagai biota di bawah laut denganmata telanjang untuk menemani perjalanan anda.
Deluang Sari didirikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap penyu lantaran melihat banyaknya telur hewan ini yang dicuri dan dijual secara ilegal. Dengan bekerja sama bersama World Wildife Fund (WWF) dan pemerintah setempat didirikanlah tempat penangkaran ini. Kolam-kolam penampungan yang ada di Deluang Sari disediakan untuk menampung dan merawat penyu sejak mereka bertelur, menetas hinga dewasa. Bahkan anda bisa menjumpai penyu yang telah berumur 70 tahun di tempat ini. Anak-anak penyu yang baru lahir, atau yang disebut dengan tukik sebagain ada yang dilepas ke pantai dan sebagian lagi tetap tinggal di penangkaran.
Pada akhirnya tempat ini pun bukan hanya menjadi penangkaran penyu namun juga menjadi tempat wisata. Anda bisa merakan pengalaman memegang hewan mirip kura-kura ini dan berfoto bersama mereka dengan masuk ke dalam kolam penangkaran. Anda juga bisa memberi penyu-penyu ini makan. Selain penyu, anda juga bisa melihat berbagai hewan lain, seperti berbagai ayam aduan dan burung. Anda pun bisa melihat atraksi dari berbagai satwa yang ada di sini. Sebuah pura kecil juga bisa anda temukan di penangkaran penyu ini. Dan untuk melengkapi fasilitas wisata di Deluang Sari, telah disediakan berbagai restoran dan toko cindera mata untuk anda berburu oleh-oleh.

 



=========   AYOOOOO   JELAJAH   INDONESIA  =========



NOL KILOMETER BANTEN

Anyer merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan terutama pantai. Deretan pantai yang terbentang di sepanjang jalan Anyer memanjakan mata dengan suguhan objek keindahannya masing-masing. Umumnya, bagi anda jika mendengar kata Anyer langsung teringat akan pantai. Tidak hanya pantai yang menjadi objek wisata. Akan tetapi tempat wisata bersejarah pun ada di Anyer salah satunya “Titik 0 KM Anyer-Panarukan”. Titik 0 KM lainnya dapat dijumpai di kota besar diantaranya yaitu Museum Bahari (DKI Jakarta), Monumen Titik 0 KM (Sabang, NAD), Tugu Kembar (Marauke, Papua), Kawasan Titik 0 KM (Yogyakarta), dan Menara Siger (Lampung) yang dilansir dari media online (travel.detik.com).
Titik 0 KM Anyer-Panarukan sebagai saksi bisu terbentuknya jalur penghubung Anyer-Panarukan sepanjang 1000 kilometer dibangun pada masa pemerintahan Raja Willem III tahun 1885 yang dipimpin oleh Jendral Deandles dengan memanfaatkan tenaga kerja rakyat Indonesia. Saat itu, tak terhitung berapa banyak tenaga pekerja yang melayang dalam pembuatan jalan tersebut. Pekerja yang bekerja membangun jalan tidak diberi upah dan hanya diberi makan. Makanan yang dimakan pun seadanya berupa bonggol pisang, singkong yang diawetkan, dan gadung yang diolah sedemikian rupa berdasarkan informasi dari narasumber Bapak Sidiq yang bertugas sebagai penjaga tempat wisata selama 1 tahun. Jaman dahulu pendidikan masih sangat rendah sehingga banyak rakyat yang mudah dibodohi oleh Pemerintah Hindia–Belanda yang menjajah Indonesia 3,5 abad lamanya. Indonesia sudah mengalami kemajuan tahap demi tahap namun Bangsa Eropa (Belanda) sudah lebih dulu memiliki persenjataan lengkap sehingga Belanda memperluas daerah kekuasaan dengan memanfaatkan situasi dan kondisi.
Bahwasannya titik terberat pembangunan jalan Anyar–Panarukan terletak di daerah Sumedang, tepatnya daerah Cadas Pangeran. Adapun bukti peninggalan sejarah berupa Mercusuar yang terletak di desa Cikoneng, Anyer-Banten. Sebelumnya, bangunan pertama terletak dekat dengan bibir pantai. Akibat bencana alam letusan gunung Krakatau tahun 1883 dan termakan usia akibatnya pondasi mengalami kerusakan dan hancur karena tidak kuat menahan beban. Dua tahun setelah letusan, pemerintah Hindia–Belanda membangun kembali mercusuar dengan pondasi yang lebih kuat dan kokoh setinggi 30 m yang terletak +/- 200 m dari bibir pantai. Hal ini bertujuan untuk menghindari abrasi dan korosi akibat air laut. Pembentukan Mercusuar guna membantu penerangan sekaligus sebagai pemandu bagi kapal yang berlayar dengan tujuan komersil karena dianggap letaknya strategis. Sampai saat ini, Mercusuar masih digunakan oleh Dirjen Perhubungan Laut sebagai alat bantu navigasi kapal laut yang melintasi Selat Sunda. Menara Mercusuar selalu berada di Tanjungan agar terlihat oleh orang maupun kapal yang berlalu lalang.
Pada malam hari, lampu mercusuar masih aktif digunakan untuk menyinari perairan Selat Sunda. Saat ini, mercusuar dibuka untuk umum sehingga wisatawan dapat melihat bagian dalam bangunan dan bahkan naik sampai puncaknya. Untuk bisa mencapai puncak mercusuar, anda harus melalui 18 tingkatan dengan 16 anak tangga. Setelah sampai, kelelahan akan terbayar dengan pemandangan nan indah. Tapi sayang saat itu saya tidak menaikinya, dikarenakan tak ada yang mendampingi saya turut serta. Alasan klasik yang dibuat oleh teman saya ini yaitu kakinya masih sakit, entahlah kenapa dia mungkin hanya beralasan saja. Selain bisa mengunjungi tempat bersejarah ini, anda pun dapat beristirahat sejenak karena disediakan homestay untuk bisa menikmati suasana pantainya. Harga penginapan mulai dari Rp 1.000.000– Rp2.000.000/homestay/malam yang terdiri dari 2–3 kamar.

==========  AYOOOOO  JELAJAH  INDONESIA  ========










PANTAI MALIMBU I DAN II LOMBOK

Pantai Malimbu adalah sebuah pantai yang terletak di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Jaraknya dari Kota Mataram sekitar 30km dan dapat ditempuh dengan kendaraan umum ataupun sewaan. Memang untuk menuju lokasi ini tidak disediakan angkutan umum. Malimbu sangat terkenal dengan ombaknya yang tenang dan juga terdapat jajaran bukit yang memukau. Terkadang pengunjung kebanyakan lebih suka duduk santai di atas bukit sembari melihat panorama gili-gili dan melihat indahnya Gunung Agung yang dapat terlihat dari sini. Banyak macam aktivitas yang dapat anda lakukan di pantai ini, bisa hanya berjemur di bawah teriknya matahari, berenang bebas di lautan, ataupun bersnokling melihat pemandangan bawah laut yang sangat jernih dan indah dan melihat kehidupan makhluk lautnya. Tidak sampai disitu, pantai ini pun juga menawarkan untuk berwisata menyusuri laut dengan kano. Kano-kano yang disewakan harganya pun cukup terjangkau.
Pantai Malimbu ini menawarkan keindahan panorama pantai yang diapit dua bukit dengan latar belakang bukit yang masih hijau. Warna airnya yang masih jernih dan biru, pasirnya yang kecoklatan dengan latar belakang hijau dari perbukitan yang ada di skeitarnya sehingga membentuk perpaduan yang romantis. Di salah satu sisi pantai ini terdapat bebatuan karang yang cantik sehinga merupakan lokasi yang tepat sekali untuk mengabadikan foto bersama dengan keluarga ataupun teman-teman maupun pasangan. Diperlukan kehati-hatian jika berada di tempat ini karena beberapa bebatuannya cukup licin dan tajam. Di sini pula kurang rasanya jika tidak melihat sunset dari pantai ini, karena dari atas bukit akan menampakkan suatu keindahan. Disediakan pula gubuk-gubuk di sekitar pantai. Keadaan pantai di pagi hari memang jauh berbeda dengan keadaan di sore hari, ketika pagi pengunjung yang datang cukup ramai sedangkan di sore hari keadaan pantainya relatif sepi. Namun justru yang terlihat ramai ada di bukit. Di sini terdapata beberapa orang yang berjualan itupun hanya menjual jagung bakar dan aneka makanan ringan saja.
Setelah puas bermain air disini, anda dapat langsung membilas dan berganti pakaian di tempat yang telah disediakan. Bebatuan karang yang terdapat di sekitar pantai juga sering dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mencari hewan laut seperti keong dan kepiting. Anda juga bisa bermalam bebarapa hari di pantai ini, atau bahkan beberapa pantai di Lombok yang tidak kalah indahnya. Penginapan-penginapan juga banyak di sewakan penduduk setempat, hotel-hotel berbintang juga banyak tersedia di sekitar Pantai Malimbu.










====   AYOOOO  JELAJAH  INDONESIA =====

PANTAI MAWUN LOMBOK

Sekian banyak pantai yang ada di Pulau Lombok, terutama di pesisir Selatan, tak banyak dikenal dan diketahui oleh para wisatawan. Walaupun kondisi pantai-pantai tersebut masih asri nan indah. Barangkali dikarenakan sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta minimnya informasi mengenai wisata pantai di Pulau Lombok tersebut. Salah satunya adalah Pantai Mawun.
Pantai Mawun sebenarnya memiliki pesona yang cukup memadai untuk menjadi tempat wisata pantai. Pantai di Pulau Lombok ini merupakan bagian dari teluk. Garis pantainya berbentuk seperti tapal kuda, dengan dua bukit yang berada di sebelah Timur dan Barat. Pantainya juga berpasir putih, serta bertekstur lembut di pantai bagian tengah. Sedangkan di bagian sisi Barat, pasirnya bertekstur lebih kasar dan bercampur dengan pecahan karang.
Topografi garis pantai di bagian tengah cukup dalam dibanding sisi Barat dan Timur. Ombaknya juga relatif lebih besar. Karena bagian tengah berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Sedangkan di sisi Barat dan Timur terhalang oleh bukit. Sehingga di sisi ini memiliki ombak yang relatif tenang.
Setiap hari Pantai Mawun ini selalu dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Namun jumlah pengunjung masih sangat sedikit. Selain berenang, pengunjung biasanya menikmati pemandangan dan menghabiskan waktu dengan berjemur, membaca, atau berfoto-foto ria.
Jika Anda ingin bermain dan beraktivitas di Pantai Mawun, disarankan agar Anda memilih sisi pantai Barat atau Timur. Karena di kedua sisi ini, topografi pantai relatif landai dan berombak tenang. Sehingga, Anda beserta putra-putri Anda bisa bermain air dan beraktivitas. Pantai bagian tengah memang cocok untuk berenang. Namun karena relatif dalam dan berombak besar, sebaiknya Anda juga perlu berhati-hati. Karena di pantai ini tidak ada penjaga pantainya.
Anda juga bisa menjelajah kedua bukit yang ada di kedua sisi, yaitu sisi Barat dan sisi Timur. Dari puncak bukit tersebut, Anda bisa menikmati pemandangan cakrawala Samudra Hindia, jajaran perbukitan, serta garis pantai termasuk Pantai Mawun dari ketinggian.
Pantai Mawun terletak sekitar 60 Kilometer dari Kota Mataram. Anda bisa mengunjungi Pantai Mawun dengan kendaraan pribadi, sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Mataram. Anda bisa menempuh rute Mataram-Cakranegara-Kediri-Praya-Penujak-Selong Belanak-Mawun, atau rute Mataram-Cakranegara-Kediri-Praya-Batunyale-Sengkol-Rambitan-Sade-Kuta-Mawun.
Jika Anda mengambil rute yang melewati Pantai Selong Belanak, Anda akan menempuh jalan yang tidak terlalu baik di 9 Kilometer terakhir. Namun Anda akan menemui ladang tembakau di sisi jalan. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan petani tembakau yang sedang memanen tembakaunya.
Also mentioned: pantai mawun lombok, pantai mawun, pantai mawun di lombok, peta pantai mawun, pantai mawun.


 =============  AYOOOO  JELAJAH  INDONESIA =========









PANTAI TANJUNG AAN LOMBOK

Lombok memang memiliki segudang pantai yang mengagumkan, terlebih pantai di wilayah selatan Pulau lombok. Satu tempat yang harus masuk dalam daftar wisata Lombok Anda adalah Pantai Tanjung Aan, tempat asal Sang Puteri Mandalika. Pantai ini langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, dan memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 2 Kilometer. Satu hal yang berbeda saat kaki Anda menginjak Pantai Tanjung Aan, yaitu pasirnya. Tak seperti Pantai Lombok lainnya, pasir Pantai Tanjung Aan berbentuk bulat seperti merica.
Pantai Tanjung Aan sangat tepat bagi Anda yang gemar ber-snorkling dan berenang. Karena ombaknya yang cukup tenang dengan kedalaman yang relatif dangkal. Jika Anda lupa membawa peralatan Anda, tersedia persewaan alat snorkling di tepi pantai. Menjelang sore permukaan air laut akan mulai naik, menjadikan Pantai Tanjung Aan ini tempat yang tepat untuk berselancar.
Pantai Tanjung Aan ini dikelilingi oleh beberapa bukit. Anda bisa dengan mudah mencapai bukit tersebut, bila ingin melihat penamdangan Pantai Aan yang indah dari ketinggian. Di sekitar wisata pantai Lombok ini, Anda akan menemui beberapa payung kayu dengan rajutan jerami sebagai atapnya. Salah satu cara untuk menikmati Pantai Tanjung Aan adalah dengan berbaring di bawah payung tersebut, sembari menikmati kelapa muda yang bisa Anda beli di sekitar pantai. Anda juga bisa mengunjungi deretan restoran yang menyediakan berbagai macam masakan. Anda bisa mencoba menu-menu masakan setempat, sambil menikmati keindahan Pantai Tanjung Aan yang menakjubkan.
Saat musim liburan, Pantai Tanjung Aan banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik.  Namun jika Anda berkunjung pada bulan Februari, pantai ini akan penuh dengan wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Karena pada bulan tersebut ada even spesial yaitu Ritual Bau Nyale. Ritual ini berhubungan dengan mitos masyarakat setempat tentang Puteri Mandalika, dimana puteri tersebut melompat dari bukit untuk menghindari kejaran seorang pangeran yang ingin mempersuntingnya. Selanjutnya mitos mengatakan bahwa Puteri Mandalika bereinkarnasi menjadi “Nyale”, atau cacing laut. setelah “perburuan”, Nyale akan dijadikan bahan beberapa jenis masakan lokal.
“Nyale” sendiri adalah sebutan masyarakat setempat untuk jenis cacing laut yang muncul pada waktu tertentu  di Pantai Tanjung Aan dan beberapa tempat lainnya di Indonesia (Sumbawa, Maluku, dan terutama di Lombok). Setidaknya ada 4 spesies Nyale dari Famili Eunicidae, yaitu Eunice siciliensis, Eunice viridis, Licydice collaris,  dan juga 1 spesies dari Nyale Famili Nereidae yaitu Dendronereides  heteropoda.
Pantai Tanjung Aan di Pulau Lombok terletak sekitar 75 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar 3 Kilometer dari Pantai Kuta Lombok. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Mataram, perjalanan akan Anda tempuh selama kurang lebih 1,5 jam. Dengan rute Mataram – Cakranegara – Kediri – Praya – Batunyale – Sengkol – Rambitan – Sade – Kuta dan terakhir Tanjung Aan. Disarankan agar Anda menyewa sepeda motor atau mobil dari Kota Mataram. Karena sarana angkutan umum akan membuang waktu Anda dan relatif lebih repot. Setelah sampai di Pantai Tanjung Aan, pastikan Anda menyempatkan waktu untuk mengunjungi pantai-pantai di sekitarnya. Seperti Pantai Kuta Lombok, Pantai Seger, dan Pantai Selong Belanak.

==============  AYOOOO  JELAJAH  INDONESIA ========









RAWA DANAU SERANG

Objek wisata alam Rawa Danau di Serang, Banten bisa menjadi tujuan petualangan di akhir minggu. Bayangkan, ini adalah rawa tapi airnya air tawar. Tak heran rawa sejenis ini dikategorikan langka di dunia.
Berangkat dari rasa penasaran saat undangan kawinan temen, aku akhirnya memutuskan mencari lokasi Cagar Alam Rawa Danau. Sebelumnya beberapa  teman, sempat beberapa kali yang sudah kemari dan menceritakan pemandangan disini.
Berbekal informasi minim dari blog maupun website wisata Banten ditambah sedikit modal nekat tanpa berbekal GPS, berangkatlah kami menuju kawasan Cinangka, Anyer sebagai salah satu jalan alternatif ke sana. Dari kawasan Anyer, daerah Cinangka berada di sebelah kiri jalan, atau jika dari arah Pantai Carita sekitar beberapa puluh kilometer di sebelah kanan jalan.
Begitu masuk daerah Cinangka, pemandangan perkebunan juga pesawahan siap memanjakan mata pengunjung yang melewatinya. Kondisi jalanan yang cukup baik juga mendukung perjalanan siang hari itu walaupun rutenya sedikit menanjak dan berliku. Tak lama kami tiba di Pasar Padarincang.
Berdasarkan petunjuk dari salah seorang teman, dari sana kami menuju sebuah jembatan besar di mana nantinya ada semacam gapura yang menunjukkan kawasan Rawa Danau. Sampai akhirnya kami menemukan jalan itu, Desa Citasuk namanya. Sayang, kondisi jalan memasuki desa ini cukup memprihatinkan.
Sekitar 15 menit menyusuri jalanan desa, kami sampai di ujung jalan dekat pematang sawah. Pemandangan hamparan sawah, buruh-burung berterbangan juga para ibu-ibu tani yang hendak pulang ke rumah juga jadi hiburan tersendiri. Di sana jalanan tak lagi bersahabat. Seorang ibu tani malah mengatakan bahwa jalanan 'ledok' (bahasa Sunda) yang artinya becek berlumpur.
Dari pemukiman warga kami menyusuri hutan. Dari informasi ibu petani saat hendak melewati pematang sawah, memang disebutkan kalau hendak ke Rawa Danau harus menggunakan perahu yang dapat disewa ke warga sekitar. Berhubung keterbatasan waktu akhirnya kami hanya melihat-lihat lokasi saja.
Pepohonan menjulang juga ilalang-ilalang tinggi sempat membuat pikiran kami membayangkan sesuatu yang dapat dikatakan sedikit menyeramkan. Rawa Danau ini memang merupakan cagar alam yang dilindungi oleh Pemerintah Kota Serang. Dari informasi yang saya dapatkan, katanya kawasan ini merupakan salah satu ekosistem rawa tropis yang mulai langka di dunia.
Lebih dari pada itu, Rawa Danau ini juga mempunyai peranan penting sebagai sumber air bagi masyarakat sekitarnya. Air sungai yang berwarna kecoklatan karena mulai memasuki musim penghujan membuat kami tak berselera untuk kembali ke desa dan mencari perahu. 
Awalnya sebuah daun berukuran cukup lebar menjadi penutup kepala setidaknya sebagai penghalang dari siraman air hujan yang makin deras. Tapi angin juga tak bersahabat, ia bertiup kencang dan membuat pakaian kami basah sekujur badan.
Setelah hujan mereda, kami melanjutkan perjalanan, sudah terlanjur basah jadi sayang sekali jika perjalanan ini dihentikan. Semakin menyusuri sungai, ilalang-ilalang ini semakin tidak karuan, semakin tinggi dan sedikit menakutkan.
Beberapa kali saya hampir menginjak kepiting, lalu pikiran saya melayang pada aneka binatang lainnya kalajengking, ular dan lain sebagainya. Yang seru, saat kami berjalan banyak monyet-monyet bergelantungan di pepohonan. Jumlahnya mungkin lebih dari 10 ekor.
Sempat beberapa kali ragu memilih jalan menuju perkampungan, beberapa kali atau bahkan sering kali kaki kami tergelincir saat berjalan di atas kondisi tanah sehabis hujan. Oleh karena itu akhirnya saya melepas sepatu di tengah perjalanan sejak turun hujan. Saking ingin segera pulang, kaki saya yang sakit pun saya abaikan.
Akhirnya kami sampai dipemukiman warga dan tadinya hendak langsung melewati sawah tanpa membersihkan kaki dan tangan yang kotor karena lumpur, tapi rasanya risih sekali walaupun kelak melewati sawah akan kotor lagi. Di sana ada sebuah sumur, yang tentu mengharuskan kami menimba jika ingin menggunakan airnya.
Hal ini nekat dilakukan karena pemandangan dari atas, sangat indah, sehingga tergiur untuk melihat kebalikannya.

============  AYOOO  JELAJAH  INDONESIA  =======