Wednesday, 21 March 2018

AIR TERJUN NGLIRIP TUBAN


Bersama Mas Agus, kami diajak ke Air Terjun Nglirip sebelum menyantap kepiting. Air Terjun Nglirip atau dikenal dengan nama Grajagan Nglirip oleh masyarakat sekitar memiliki ketinggian kira-kira 30 meter dan lebar 28 meter dengan air yang jernih mengalir begitu derasnya.  Dibalik air terjun juga akan ditemui sebuah goa yang cukup besar yang konon sering dipakai semedi untuk mencari ilmu.

Sumber mata air terjun ini berasal dari beberapa sumber air di daerah Hutan Krawak yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi dan menyatu di sebuah bangunan dam yang berada di atas air terjun.

Legenda Nglirip berawal dari pertemuan salah satu Adipati Tuban di zaman sebelum kerajaan Majapahit. Kala itu sang adipati terpesona melihat kecantikan perawan desa anak dari tokoh sakti di desa tersebut.

Perawan tersebut akhirnya dipinang dan dijadikan istri kesekian dari Adipati. Meski menjadi istri adipati hingga memiliki anak perawan, ia tak mau diboyong ke pendopo kadipaten. 

Sang anak tersebut, belakangan memiliki kekasih dari rakyat jelata. Tapi, hubungan asmara ini ditentang orangtuanya, baik dari ibunya maupun ayahnya sang adipati. Sang anak minggat dari rumah setelah mengetahui kekasihnya, konon bernama Joko Lelono, tewas dibunuh prajurit kadipaten atas perintah ayahnya.

Sang putri pun akhirnya bertapa di salah satu goa di balik air terjun di tengah hutan, air terjun Nglirip. Putri yang patah hati ini menutup diri menolak ditemui siapapun. Hingga kini sesekali sang putri muncul tengah mengambil air di dasar air terjun Nglirip.

Putri yang bertapa itu disebut putri Nglirip, makanya ia kecewa kalau ada orang bercumbu rayu di sekitar air terjun.  Warga meyakini, putri Nglirip akan marah jika rumahnya di sekitar goa air terjun Nglirip dipakai pacaran. Tapi kalau pasangan suami istri biasanya tidak apa-apa.

Secara kasat mata air terjun Nglirip mengundang pesona. Akan tetapi di baliknya, ada tradisi melegenda yang masih dipegang warga setempat. Apa itu?  Yang jelas, Nglirip pantangan untuk dijadikan tempat berkencan pasangan yang tengah mabuk asmara. Apalagi sepasang calon pengantin.

Mungkin fenomena ini agak ekstrim. Bila sudah bosan dengan pacar tanpa sebab dan ingin segera memutuskan hubungan, datanglah ke air terjun Nglirip di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. 

Dijamin tak sampai 40 hari setelah kencan di obyek wisata alami itu, hubungan asmara bakal terputus. Terlebih untuk pasangan yang tengah dimabuk asmara, namun belum ada pertalian suami istri.

Dan orang Tuban pun, tak berani menginjakkan kaki di wilayah Nglirip. Turun temurun pula, tak satupun calon pengantin berani bercumbu rayu di di sana. 

Ihwal legenda yang sampai kini dipercaya warga setempat itu, terkait dengan keberadaan Putri Nglirip. Dan diyakini warga setempat, sang putri yang patah hati tetap melajang hingga karena kesaktiannya bisa berpindah alam. 


Air terjun Nglirip setiap hari banyak dikunjungi oleh wisatawan yangtertarik dengan keindahan dan panorama alamnya yang menawan. Selainitu juga karena tertarik dengan adanya legenda Putri Nglirip yangbegitu kuat melekat dengan keberadaan wisata ini.

Konon menurut legenda itu, pada hari-hari tertentu di salah satu AirTerjun dapat menyerupai relung batu-batu besar sehingga tampakseorang putri nan cantik jelita sedang membatik. Ada pula versi yang
lain yang bercerita tentang seorang putri yang berparas menawansedang bermain air di bawah air terjun dengan diiringi beberapa putri-putri pengawalnya yang lain.
Terletak di Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS: 
6°58'6"S   111°47'38"E

Berjarak sekitar 36 km dari pusat kota Tuban.  Letaknya pun tak jauh dari jalan raya yang sudah beraspal sehingga tidak sulit untuk mencapinya baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum jenis colt.

Bila menggunakan kendaraan pribadi bisa menempuh rute Tuban-Montong-Singgahan atau Tuban-Kerek-Singgahan yang melewati lokasi Pabrik Semen Gresik di Tuban.  Atau bisa juga ditempuh dari arah Kota Bojonegoro melewati Parengan-Singgahan. 
Sedangkan bagi yang menggunakan angkutan umum ada dua rute juga untuk menuju air terjun ini, yaitu:  Rute Montong : naik angkutan umum dari terminal Tuban dengan jurusan Montong, lalu dilanjutkan dengan naik kendaraan jurusan Jojogan.  Karena lokasi Air Terjun Nglirip terletak antara Montong - Jojogan, maka dapat langsung terlihat manakala melewati rute ini.  
Untuk rute Singgahan : yaitu dari Terminal Tuban naik bis jurusan Jatirogo, bis ini akan transit di terminal Kabupaten Bojonegoro yang kemudian dilanjutkan ke tujuan utama, Jatirogo.  Selanjutnya turun di pertigaan "Warung Anjlok" - Jojogan.  Dari sini, letak air terjun tersebut hanya berjarak kurang dari satu kilo meter.  Untuk mencapainya dapat dilakukan dengan berjalan kaki naik angkutan jurusan Montong.
Sesampainya disini anda akan mendapatkan pemandangan yang sangat menawan, dari pinggir jalan saja anda dapat melihat jatuhnya air dari tebing yang di atasnya terdapat jembatan kecil. Bagi Anda yang ingin menyusuri aliran bawah air terjun harap berhati-hati, karena jalanan setapak akan sangat licin, terutama di musim hujan.

Pada hari biasa tidak dikenai tarif masuk alias gratis.  Aksan tetapi pada hari minggu atau libur dikenai tarif Rp 500 per orang.  Sedangkan biaya parkir sebesar Rp 2000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 3000 untuk kendaraan roda empat.

====== AYOO  JELAJAH  INDONESIA =======









MUNCAK TROPONG LAUT LAMPUNG


Lebaran Tahun 2016 saya dan keluarga tour dari Bogor menuju Bandar lampung, dengan mengendarai kendaraan pribadi, kami menyeberang melalui merak, jalanan sungguh lenggang, karena kami mengadakan Tour 1 min H lebaran Idul Fitri, dari bakehuni setiap kali ada tertera tempat wisata kami berhenti untuk menikmati keindahannya, karena masih puasa kalua ada makanan yang baru kami lihat kami beli saja untuk dimakan nanti saat buka puasa, Saat itu saya diajak sahabat yang satu kerjaan untuk mampir ke muncak, saya lihat ini tempat sangat bagus kalua dijadikan komersial, berbekal hasil perjalanan saya ke beberapa tempat di Indonesia saya berikan masukan kepada Pak Taufik sahabat sekaligus pemilik tempat itu, dan saya sampaikan kunjungan saya yang kedua nanti ini sudah di jadikan tempat komersial, Alhamdulillah rezky tidak lari kemana, setelah beberapa bulan kunjungan kami, tempat wisata Muncak Tropong Laut jadikan tempat komersial untuk ber selfie ria, dan ini ada beberapa foto awal saat tempat ini belum di jadikan tempat komersial.
Berburu foto yang layang masuk akun Instagram atau Instagramable bisa dilakukan di mana saja. Lampung, punya tempat unik yang sedang popular yakni objek wisata Muncak Teropong Laut di Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Di sini ada tempat foto yang keren seperti Lodge Maribaya, Lembang, Bandung. Bedanya, latar belakangnya bukan gunung dan deretan pohon pinus. Tapi, birunya air laut dan gugusan pulau-pulau.
Sejumlah pengunjung mengaku sengaja jauh-jauh datang ke sini selain untuk memuaskan rasa penasaran karena mendengar adanya objek wisata teropong laut di Lampung, sekaligus mengisi liburan tahun baru.
Ada beberapa ide yang saya sampaikan belum dilakukan Pak Taufik, mungkin ada beberapa pertimbangan yang di pikirkan sehingga mengelola yang ini dulu, dan dalam waktu dekat tempat kedua akan dibuka, yang jaraknya sekitar 1 KM lebih naik lagi, sangat bagus juga untuk selfie.
Perjalanan ke objek wisata Muncak Teropong Laut ini dapat ditempuh dari Kota Bandarlampung melewati ruas jalan menuju kawasan pantai hingga Lempasing yang mendekati perbatasan Kabupaten Pesawaran.
Lokasi Muncak Teropong Laut ditempuh sekitar 1,5 km dari Dusun Tataan, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandarlampung dari jalan masuk di depan kawasan wisata Pantai Tirtayasa.
Jalan menuju ke lokasi teropong laut itu tidak terlalu jelek, sudah berbatu dan beraspal walaupun tidak begitu mulus. 
Namun harus melalui jalan naik, terjal dan berkelok-kelok, sehingga pengunjung musti berhati-hati dan membawa kendaraan dalam kondisi baik agar tidak mogok atau terperosok ke jurang di sekitarnya.

======AYOO JELAJAH  INDONESIA ======






LITTLE VENICE


Saya dan keluarga ketempat ini sudah 3 kali, kali pertama dan kali ke dua tidak ada perubahan, tetapi saat kami yang kali ketiga, banyak sekali yang sudah rusak , nah bagi yang belum pernah berfoto disini, ada baiknya kami tampilkan ya, biar temen temen yang saat ini kesana tau, disini dulu ada ini…..
Bogor memang terkenal sebagai salah satu tempat wisata favorit di Jawa Barat selain Bandung, di Kota satu ini terdapat banyak sekali tempat wisata keren,
Selain Puncak masih ada satu tempat wisata lagi yang terbilang cukup unik dan sangat sayang untuk dilewatkan, yaitu Little Venice yang terletak di Kota Bunga.  Kota Bunga merupakan suatu kawasan Villa Estate yang dibangun di lahan seluas sekitar 125 Ha.
Sedikit berbeda dengan kebanyakan wisata di Bogor, tempat wisata satu ini mengusung konsep yang cukup unik, Kota Bunga menawarkan sebuah tempat dengan suasana dan pemandangan mirip dengan kota di luar negeri lho, yaitu Venesia di Italia, karena saking miripnya, objek wisata ini juga disebut dengan nama Little Venice Bogor atau "Miniatur Kota Venesia".
Kota Bunga Little Venice menawarkan sebuah sensasi wisata yang sangat menyenangkan, di kawasan ini kita bisa melihat beraneka ragam bangunan dengan arsitektur mirip di Kota Venesia. Bukan hanya mengusung konsep "miniatur" Venice saja, melainkan juga terdapat miniatur kota lain di Eropa, Asia hingga miniatur Dufan (dunia fantasi) yang ada di Jakarta lho. Sebenarnya kawasan Kota Bunga Little Venice ini merupakan sebuah tempat penginapan, namun karena kunikannya tersebut, lokasi ini juga sering dijadikan sebagai tempat wisata. Ada beberapa wahana yang bisa kita coba di kawasan Little Venice.
Setiap harinya, terutama di akhir pekan, Little Venice Bogor selalu ramai oleh pengunjung, bukan hanya yang ingin menginap saja, melainkan juga orang-orang yang penasaran dengan keindahan arsitektur bangunan dikawasan tersebut. Namun, sesuai namanya, "little", kawasan wisata ini terbilang cukup kecil, jadi bagi kamu yang ingin berfoto ria di spot-spot keren harus antre dengan pengunjung lainnya, walaupun begitu, pengunjung tetap antusias untuk menunggu gilirannya.



===== AYOO  JELAJAH  INDONESIA  =====















GOA LEANG LEANG MAROS


Tahun 2006 kami pernah menginjakkan kaki kesini, karena dinas di Sulawesi pada tahun 2005 sampai dengan 2007, nama tempat yang satu ini mungkin sudah tidak asing bagi warga MakassarLeang Leang berada di Kelurahan Leang-LeangKecamatan BantimurungKabupaten MarosSulawesi Selatan. Memiliki luas kawasan sekitar 1,5 hektar. Di taman ini ada ratusan goa prasejarah yang tersebar di perbukitan cadas (karst) Maros-Pangkep. Dalam bahasa Makassar, leang artinya goa. Serupa dengan kata liang yang artinya lubang. Salah satu hal yang membuatnya potensial menjadi tempat wisata populer adalah jarak tempuh yang dekat, hanya 1 jam dari makassar dan aksesibilitas yang cukup baik.

Leang Leang terletak di dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di daerah Maros Pangket. Pegunungan Karst yang sudah berumur ribuan tahun ini diakui sebagai kawasan karst terbesar ketiga di dunia setelah Guangzhou di China dan di Teluk Halong, Vietnam. Meliputi area seluas 43.750 hektar, wilayah ini memiliki 286 goa dengan lebih dari 30 goa prasejarah. Selain itu juga ditemukan benda laut berupa karang yang menandakan bahwa gua tersebut pernah tenggelam dan dikelilingi oleh lautan.
Waktu saya kesana tidak ada dipungut biaya, terserah kita mau kasih berapa, namun saat ini katanya biaya yang dikeluarkan untuk masuk ke objek wisata Leang Leang, Anda dikenai biaya karcis untuk turis asing : Rp. 10.000/orang, turis lokal : Rp. 3.000/orang, anak sekolah/rombongan : Rp.2.000/orang. Taman Prasejarah Leang-Leang sebagai obyek wisata andalan Sulawesi Selatan, memiliki pemandangan yang cukup indah, dihiasi dengan tebing-tebing curam yang menjulang tinggi di sekitar taman, perkebunan di seberang jembatan yang ditanami sesuai musim serta pohon-pohon rindang. Memiliki hawa yang sejuk yang dipadukan dengan suara air sungai yang mengalir di taman prasejarah ini dan terdapat 4 gazebo yang bisa digunakan para pengunjung jika mengunjungi taman ini untuk sekedar duduk-duduk dengan keluarga atau pasangannya.
Taman ini terdapat dua gua (leang) yang menjadi daya tarik utama para pengunjung yaitu Leang Pettae dan Leang Petta Kere. Dengan stalaktit indah yang terus meneteskan air. Hal yang menarik dari tempat ini adalah adanya lukisan-lukisan dinding pada goa-goa di Leang-Leang. Dari gambar-gambar pada dinding goa dan alat-alat yang ditemukan, kita bisa tahu seperti apa kehidupan manusia prasejarah. Salah satu gambar telapak tangan diperkirakan sebagai cap telapak tangan milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari. Ritual itu dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya. Goa di Leang-Leang ditemukan oleh Mister Van Heekeren dan Miss Heeren Palm. Dua arkeolog Belanda ini menemukan gambar-gambar pada dinding goa (rock painting ) di Goa Pettae dan Petta Kere, dua goa di Leang-leang, pada tahun 1950. Usia lukisan-lukisan purba di Leang-Leang diperkirakan 5.000 tahun. Beberapa arkeolog bahkan berpendapat bahwa beberapa di antara goa tersebut telah didiami sejak 8.000 - 3.000 SM (Sebelum Masehi).
Leang Pettae menghadap ke barat. Gambar yang ditemukan pada goa ini adalah lima gambar telapak tangan dan satu gambar babi rusa meloncat dengan anak panah di dadanya. Selain gambar, ditemukan pula artefak serpih, bilah, serta kulit kerang yang terdeposit pada mulut goa. Untuk mencapai goa ini Anda harus menaiki 26 anak tangga. Leang Petta Kere berada 300 meter di sebelah Leang Pettae. Peninggalan yang ditemukan pada goa ini adalah dua gambar babi rusa, 27 gambar telapak tangan, alat serpih bilah, dan mata panah. Untuk mencapai goa ini Anda harus mendaki 64 anak tangga. Jangan lupa minta bantuan pemandu untuk mengantar ke goa ini.
Selain wisata menelusuri goa, Anda juga bisa menyejukkan diri di sungai yang melintasi kompleks taman ini, duduk bersantai di gazebo, berfoto dengan latar bebatuan unik dan gugusan pegunungan karst. atau menambah pengetahuan dengan mengunjungi museum Leang Leang dengan koleksi artefak dan foto-foto Leang Leang dari masa ke masa.

========= AYOO JELAJAH INDONESIA =========















CURUG BIDADARI SENTUL


Yang kedua kali datang ke curug ini agak kaget juga, karena harga masuk Rp. 25.000,- padahal waktu kami pertama kesini, saat itu curug ini baru mulai di kelola, kami juga tidak sengaja menemukan curug ini, bermula dari salah jalan dan nanya nanya akhirnya di arahkan ke curug Bidadari ini, Bogor merupakan salah satu kota di Indonesia yang menawarkan berbagai destinasi wisata menarik salah satunya Air Terjun Bidadari atau juga sering disebut Curug Bojongkoneng. Saat ini curug bojongkoneng telah didesain sedemikian rupa dengan konsep yang lebih modern namun tidak meninggalkan unsur alamnya sehingga lebih nampak alami dan pengunjung diharapkan bisa nyaman dan betah berada disana.
Air terjun bidadari sendiri berada di alamat Sentul City, Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat atau berada di area Sentul Paradise Park. Bagi yang sedang mencari tempat untuk berlibur maka curug bojongkoneng ini bisa menjadi salah satu tujuan yang menarik karena selain dapat menikmati kesegaran air yang datang langsung dari atas bukit juga disana akan disuguhkan pemandangan alam sekitar yang mempesona.
Pemandangan curug dengan tinggi 40 meter ini akan sangat sayang bila dilewatkan apalagi tepat diarea jatuhnya air tersebut terdapat sebuah kolam dengan hamparan pasir putih yang bisa dijadikan tempat bermain, pasir putih ini terbilang istimewa karena sengaja jauh didatangkan dari pulau Bangka sehingga akan terasa berbeda. Perlu diketahui juga bahwa kolam yang ada di curug bidadari ini dibuat menjadi dua bagian yaitu kolam wave pool untuk orang dewasa dan lazy pool yang bisa digunakan untuk anak-anak.
Apabila kamu tertarik ingin merasakan secara langsung sensasi air terjun bidadari maka bisa langsung mengunjunginya, namun sebelum kesana ada baiknya kamu perlu tahu harga tiket masuk air terjun bidadari sentul agar nantinya kamu dapat mempersiapkan biaya masuk curug bidadari.
Untuk dapat menikmati keindahan air terjun bidadari maka sebelumnya pengunjung harus membeli tiket masuknya terlebih dahulu, adapun harga tiket masuk air terjun bidadari sentul dapat dilihat dibawah ini.
Harga Tiket Air Terjun Bidadari Sentul
Hari
Harga (Rp.)
Senin-Jumat (Weekday)
Rp 25.000
Sabtu-Minggu (Weekend)
Rp 30.000
Harga tiket tersebut dapat berubah sewaktu-waktu terutama pada saat hari libur yang harganya bisa meningkat sampai Rp 40.000-Rp 50.000/orang.

==========AYOO  JELAJAH  INDONESIA  =========








CANDI CANGKUANG


Candi Cangkuang merupakan candi Hindu yang bisa dilihat di Kampung Pulo, Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut. Ini pertama kali ditemukan tahun 1966 oleh tim peneliti yang salah satunya bernama Uka Tjandrasasmita. Penelitian ini dilakukan berdasarkan laporan dalam buku sejarah mengenai adanya arca Siwa dan makam Muslim di bukit Kampung Pulo.

"Di Cangkuang itu ada sebuah arca Siwa dan makam Arif Muhammad, tidak menjelaskan adanya candi. Lalu Uka Tjandrasasmita curiga ada apa gerangan. Karena kalau ada nama Muhammad sudah jelas nama Muslim, sedangkan Siwa nama dewa dalam agama Hindu.
Setelah digali, ditemukan fondasi berukuran 4,5x4,5 meter dan puing-puing candi yang berserakan. Tidak ada keterangan jelas siapa atau kerajaan apa yang membangun candi, tapi dilihat dari batuannya dan kesederhanaan bentuk, Candi cangkuang diperkirakan didirikan pada abad ke-8.
"Tidak diketahui candi ini peninggalan siapa. Kata mang gettek yang membawa kami menyeberang.Batuan yang ditemukan tersebut kemudian dikumpulkan, tapi hanya 40% puing candi yang terkumpul. Akhirnya, candi tetap dipugar dengan puing yang ada ditambah batu yang dicetak agar mirip dengan perkiraan bentuk aslinya.
"Yang terkumpul hanya 40% saja tapi mewakili seluruh bangunan candi. Dengan berbagai pertimbangan, Candi Cangkuang dipugar tahun 1974-1976 tapi yang aslinya 40%. Yang 60% dicetak di wilayah ini sehinggga kelihatan bentuknya yang asli," kata si mamang getek.
Setelah selesai dipugar, jadilah Candi Cangkuang dengan ukuran 4x18x8 meter. Arca Siwa yang sebelumnya telah ditemukan di simpan di dalam candi. Nama candi juga diambil sesuai nama daerah setempat.
"Setelah selesai, diberi nama Candi Cangkuang sesuai nama tempat ditemukan. Nama cangkuang diambil dari nama pohon pandan," ucapnya.
Hingga kini, Candi Cangkuang masih berdiri tegak di sebelah makam Arif Muhammad di Kampung Pulo dan sudah menjadi kawasan cagar budaya. Keberadaan candi Hindu dan makam Muslim yang bersebelahan ini juga menggambarkan keharmonisan umat beragama penduduk setempat.

======== AYOO  JELAJAH  INDONESIA ========